Dewi Aura

 

Mbak Putri

Pemesanan & Pengiriman

081226888102 / 085799777902

Line ID :metafisika102

Whatsapp :081 226 888 102

metafisika102@gmail.com

 

 

Hari & Jam Kerja

Senin-Sabtu, 08:00-16:00 WIB

Minggu & tanggal merah kami libur

Diluar jam kerja, bisa Email/SMS

 

 

 

 



 

 

 

Mengenal Aura & Cakra

 

 

AURA CAKRA

 

 

Mengenal Aura

Di dalam tubuh setiap manusia terdapat lapisan energi berwarna yang mengelilingi tubuhnya. Lapisan energi ini tidak dapat dilihat mata oleh orang awam. Hanya bisa dilihat oleh orang-orang tertentu yang mempunyai kewaskitaan dan kepekaan batin tinggi. Energi ini berperan sebagai perisai sekaligus medan magnet segala kebaikan dari sekelilingnya yang bisa didapatkan. Lapisan energi ini disebut dengan Aura.

 

Energi aura menghuni tubuh esoterik manusia, tubuh esoterik yaitu tubuh metafisik yang tak kasat mata. Tubuh esoterik berwujud sebagai mana tubuh fisik. Di dalam tubuh esoterik hanya terdapat energi yang tidak bisa dilihat, sedangkan tubuh fisik terdapat organ yang bisa dilihat oleh mata awam. Tubuh esoterik juga sering disebut juga dengan istilah tubuh metafisik, tubuh spiritual, atau tubuh bioplasmik.

 

Energi aura memancarkan warna-warna tertentu yang menunjukkan tingkat kesehatan fisik, emosi dan spiritual. Karena warna aura tidak bisa di lihat dengan mata biasa. Maka untuk melihatnya dibutuhkan kepekaan metafisik, entah itu kepekaan visual, auditori atau kinestetik. Namun saat ini seiring dengan kemajuan teknologi, untuk melihat pancaran aura tidak harus memiliki kepekaan metafisik yang tinggi saja. sampai saat ini sudah diciptakan foto aura. Teknologi yang bisa menangkap pancaran aura dari setiap manusia.

 

 

Mengenal Cakra

Lebih di dalam lagi masuk ke tubuh esoterik manusia, menembus lapisan aura, terdapat jalur energi yang di sebut meridian. Meridian adalah jalur lalu lintas energi dalam tubuh yang memiliki jalur, persimpangan dan pusat energi. Meridian berfungsi sebagai penghantar energi aura yang berasal dari sumbernya menuju ke lapisan paling luar. Pangkal atau terminal meridian yang menjadi sumber energi aura disebut dengan Cakra.

 

Cakra adalah pusat energi yang berputar dan selalu bergerak aktif di dalam tubuh esoterik. Sama dengan aura, cakra juga tidak bisa dilihat oleh orang awam. Jika aura berupa lapisan energi, maka cakra berupa titik yang menghasilkan aliran energi. Cakra disebut juga sebagai pusatnya energi aura berasal. Jika diibaratkan aliran sungai, cakra adalah hulu sungai yang menjadi sumber mata air. Sedangkan aura adalah aliran sungai yang mempunyai banyak manfaat untuk makhluk di sekitarnya. Jika sumber sungai tersebut terkotori maka aliran sungai juga akan mengalirkan aliran yang kotor pula. Jadi baik tidaknya energi aura sangat bergantung pada cakra.

 

Jumlah cakra di seluruh tubuh ada banyak sekali. Terlampau rumit bila harus di hapalkan satu persatu. Maka para master energi telah mengkategorikan menjadi 3 kelompok yang di sesuaikan dengan diameter cakra. Yaitu, cakra mayor (utama), cakra minor dan cakra mini. Dari ke tiga kategori tersebut yang paling penting untuk di ketahui adalah cakra mayor. Ada perbedaan pendapat, mengenai jumlah cakra mayor, diantaranya ada yang mengatakan jumlahnya hanya 7 cakra dan ada yang mengatakan 11 cakra. Menurut pengalaman kami selama ini. Tidak ada beda yang signifikan antara pendapat yang meyakini hanya ada 7 cakra mayor dan pendapat lain yang meyakini ada 11 cakra mayor. Pada penjelasan di halaman ini akan diuraikan tujuh cakra mayor di dalam tubuh manusia:

 

1. Cakra Dasar

Cakra ini bergetar pada kecepatan terendah di antara cakra-cakra yang lain. Cakra dasar berhubungan dengan sebagian besar rangsang fisik. Cakra ini juga dikenal sebagai cakra pertama (sistem cakra berurutan dari dan bergerak dari bawah ke atas). Cakra dasar mempengaruhi tungkai, pinggul dan dasar tulang belakang. Cakra ini berhubungan dengan struktur tubuh manusia dan bersama dengan tulang, otot dan kulit membentuk tubuh manusia secara utuh.

 

Cakra dasar juga mempengaruhi gigi serta organ pengeluaran ginjal, rektum dan usus besar. Gangguan pada fungsi cakra dasar ini akan bermanifestasi sebagai radang sendi, gangguan tulang punggung, gangguan darah, kanker, kanker tulang, leukemia,  alergi,  gangguan pertumbuhan, vitalitas rendah, dan lambatnya penyembuhan luka dan patah tulang.

 

Secara psikologis mengatur kemampuan untuk mewujudkan harapan dan cita-cita. Jika kita takut dan ragu-ragu atas bayangan masa depan, maka sangat kecil kemungkinan untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan tersebut. Karena kita tidak memiliki keyakinan bahwa  tujuan dan cita-cita  yang kita impikan akan terwujud. Kita tak yakin bahwa Tuhan melalui mekanisme hukum fisika dan hukum metafisik akan mendukung. 

 

Cakra dasar berkaitan dengan berbagai kebutuhan untuk menyatu dengan alam semesta dan realita kehidupan. Jika cakra ini berputar dengan stabil untuk menghasilkan energi aura, maka dengan mudah dan percaya diri kita dapat menemukan apapun yang diperlukan. Tidak ada lagi ketergantungan pada benda-benda yang bersifat fisik. Hidup menjadi tenang dan tentram, karena benda-benda materi bukanlah tujuan utama. Melainkan hanyalah alat untuk bisa bertahan hidup di dunia.

 

2. Cakra Seks

Cakra seks berkaitan erat dengan fungsi dari organ reproduksi. Terletak dua jari di bawah pusar dan menurun sampai ke daerah kemaluan. Cakra seks mengatur sistem reproduksi, baik pria maupun wanita. Cakra ini bekerja sesuai dengan kesehatannya. Cakra seks terutama aktif selama masa pubertas, ketika sistem reproduksi mengalami perubahan-perubahan penting; selama konsepsi dan kehamilan; serta pada saat menopouse. Cakra dasar juga mempengaruhi kandung kemih dan sistem urine, masalah-masalah ginjal, ketidaksuburan, gangguan prostad, dan frigiditas.

 

Cakra ini berhubungan dengan penciptaan ide-ide kreatif manusia. Selain itu juga berkaitan dengan hasrat, minat, hobi dan semua bentuk kreativitas. Jika cakra yang satu ini bekerja sama dengan berbagai macam cakra yang lain, maka akan muncul bermacam kreativitas dalam bidang seni musik, lukis, fotografi dll. Akan tetapi untuk merasa bebas dalam berkreativitas, maka seseorang harus terlebih dahulu percaya diri. Dan percaya diri sangat erat kaitannya dengan cakra dasar. Sehingga cakra dasar yang negatif juga akan berpengaruh pada cakra seks.

 

Masalah-masalah pada cakra seks juga dapat menyebabkan keengganan atau bahkan ketidakmampuan untuk menjadi dekat secara emosional dengan orang lain. Hal ini bisa menimbulkan rasa kesepian. Jika cakra seks aktif secara normal, dia bisa mengantarkan kepada tingkat spiritualitas yang lebih tinggi. Yang tak hanya terpaku pada faktor fisik dan nikmat duniawi semata.

 

3. Cakra Solar Pleksus

Cakra solar pleksus terletak di bawah rongga dada. Di antara cakra yang lain, solar pleksus merupakan cakra yang paling sensitif. Hal ini karena solar pleksus berperan sebagai gudangnya energi yang bersifat emosional. Selain itu juga berperan sebagai tempat berprosesnya energi. Sekalipun Anda adalah orang awam yang kurang peka terhadap reaksi aktif cakra di tubuh. Cakra solar pleksus dapat disadari ketika perasaan takut muncul, perut akan berkontraksi. Seperti  terasa mual dan tidak enak di area perut. Cakra solar pleksus menyimpan berbagai emosi yang muncul akibat peristiwa yang menyakitkan, yang telah lama dialami. Sehingga membekas menjadi memori buruk.

 

Cakra solar pleksus membantu organ-organ yang terletak di rongga perut bagian atas agar berfungsi dengan benar. Dia mensuplai energi bagi lambung, hati, pankreas dan kantong empedu agar berfungsi sesuai dengan semestinya. Cakra solar pleksus juga mengendalikan sistem pemanas dan pendingin tubuh. Gangguan fungsi cakra ini akan bermanifestasi sebagai diabetes, tukak lambung, radang hati, penyakit jantung, dan penyakit lain yang terkait dengan organ-organ tersebut.

 

Cakra solar pleksus memberi rangsangan tekad dan motivasi untuk menghadapi segala tantangan kehidupan. Selain itu, kita agar lebih maju dan mampu mengenali kekuatan diri sendiri. Cakra solar pleksus yang sehat akan menjadikan kita percaya diri, mampu mengekspresikan diri dan menjadi tuan atas keinginan kita sendiri. Jika cakra solar pleksus tersumbat atau tidak lancar seseorang akan merasa tidak berdaya, minder dalam pergaulan dan kurang mampu menentukan arah.

 

Cakra solar pleksus berfungsi juga sebagai tempat informasi berupa ide dikonversi menjadi keyakinan. Pada cakra solar pleksus yang sehat, cenderung memunculkan sikap tidak fanatik yang berlebihan terhadap apa yang diyakininya. Cakra solar pleksus juga merupakan pusat energi karma. Dimana, jika kita melakukan hal yang baik maka vibrasi energi solar pleksus akan menyebarkan vibrasi kebaikan sehingga kita selalu  beruntung. Sebaliknya, jika kita melakukan keburukan maka solar pleksus akan menyebarkan vibrasi energi buruk sehingga kita cepat atau lambat akan menerima hal buruk dikarenakan atas karma/perbuatan yang telah kita perbuat pada masa lalu.

 

4. Cakra Jantung

Cakra jantung merupakan cakra yang menjadi penengah, antara tiga cakra fisik (cakra dasar, cakra seks, dan cakra solar pleksus) yang terletak di bagian bawah dengan tiga cakra keilahian di tubuh bagian atas (cakra tenggorokan, cakra ajna, dan cakra mahkota). Cakra ini terletak di sekitar tengah-tengah dada, di sebelah kanan jantung. Secara umum,  mempengaruhi fungsi kinerja organ jantung dan darah. Sebagaimana namanya, cakra ini mengendalikan fungsi jantung agar bekerja secara teratur dan efisien. Lebih lanjut cakra ini mengendalikan kerja sirkulasi darah, sistem paru-paru (pernafasan), dan sistem kekebalan tubuh (sistem imunitas). Gangguan fungsi cakra jantung akan bermanifestasi sebagai penyakit jantung dan gangguan peredaran darah.

 

Cakra jantung yang sehat akan menjadikan lebih mudah memaafkan orang lain dan menerima orang lain sebagaimana adanya, dan bukan seperti yang kita inginkan. Cakra jantung juga membantu kita agar dapat memiliki cinta yang universal kepada sesama. Bila cakra jantung berfungsi dengan semestinya. Kita akan menjadi penuh cinta, murah hati, gembira, dan hangat. Jika cakra jantung bekerja tidak semestinya maka akan menyebabkan was-was, mudah curiga, takut ditolak, tak punya rasa kasihan dan kesepian.

 

Cakra jantung menghubungkan manusia kepada entitas yang Maha Tinggi melalui cinta kasih tak bersyarat terhadap semua mahluk-Nya. Hal semacam ini sangat umum di jumpai pada seseorang yang mengabdikan pada masyarakat tanpa syarat. Seperti para Nabi, Agamawan dan orang-orang seperti Bunda Theresa, Sidharta Gautama, Mahatma Gandhi, Gusdur, Paus, Dokter, Guru dan orang-orang yang lain yang memiliki cinta kasih kepada sesama tanpa syarat.

 

Cakra jantung juga berperan penting menjaga hubungan baik dengan orang lain. Orang yang cakra jantungnya bekerja dengan baik, hidupnya akan selalu dipenuhi dengan cinta dan kasih sayang. Cakra ini membantu manusia untuk menunjukkan cinta yang lebih besar dan pemahaman terhadap orang lain dalam kehidupan, juga kepada manusia secara keseluruhan.

 

5. Cakra Tenggorokan

Cakra tenggorokan terletak di area leher. Cakra ini merupakan cakra pertama di antara tiga cakra yang berkaitan dengan hal-hal keilahian dan spiritualitas manusia. Peran cakra tenggorokan sangat penting di dalam menyampaikan maksud dan tujuan kepada orang lain. Dengan kata lain, cakra ini menyuarakan bentuk pikiran dan perasaan dalam berkomunikasi dengan orang lain, diri sendiri, dan lingkungan sekitar. Cakra ini juga sebagai kunci bagaimana berekspresi dalam menghadapi orang lain.

 

Sebagaimana terungkap dalam penamaannya, cakra ini secara fisik berfungsi mengatur performa manusia dalam berkomunikasi dengan orang lain. Juga mengontrol kemampuan alamiah dalam menggunakan intonasi, nada, dan ekspresi dalam berinteraksi dengan orang lain melalui suara. Cakra ini mengatur kerja eksofagus, trakea, pita suara dan semua organ yang lain yang digunakan untuk bicara seperti lidah. Dia juga mempengaruhi fungsi gigi, gusi, mulut dan sinus.

 

Cakra tenggorokan merupakan pusat pengendali utama terhdap apa yang kita komunikasikan dengan orang lain melalui ujaran, perkataan, dan apapun yang berkaitan dengan komunikasi suara. Ucapan tersebut apakah sesuai dengan apa yang kita pikirkan (keseriusan), ataukah hanya sebagai ujaran agar orang lain memperhatikan kita. Cakra tenggorokan juga mengendalikan perkataan yang penting dan sungguh-sungguh, atau hanya gurauan. Selain komunikasi secara fisik, cakra tenggorokan juga berpengaruh pada komunikasi secara internal/komunikasi kedalam batin sendiri.

 

Cakra tenggorokan erat kaitannya dengan mengekspresikan diri atas emosi yang di rasakan. Sehingga ketika seseorang marah bisa terlontar ucapan umpatan atau sebaliknya ucapan do'a untuk meredam amarahnya sendiri. Apapun itu, cakra tenggorokan merupakan jalur untuk mengkomunikasikan apa yang terjadi di dalam diri dengan dunia nyata. Jika cakra tenggorokan tidak berfungsi dengan baik akan mengakibatkan ketidakmampuan untuk menjadi diri sendiri yang sejati, tidak mampu mengungkapkan apa yang di rasakan sehingga muncullah gejala gagap, mengalami depresi, frustasi, kehilangan motivasi dan merasa tidak mampu dan tak berdaya dalam bertindak untuk mengejar impiannya.

 

6. Cakra Ajna

Cakra Ajna terletak di antara dua mata dan batang hidung. Di antara tiga cakra yang berhubungan dengan spiritualitas, cakra ini terletak pada urutan kedua. Cakra ini berperan besar dalam membangkitkan kemampuan spesial manusia yang berupa penglihatan terhadap alam/fenomena metafisika, sehingga cakra ini sering disebut sebagai “mata ketiga” manusia.  Cakra ini juga berkaitan erat dengan pandangan, intuisi, dan kemampuan melihat secara jelas dunia di sekeliling dan segala hal yang tersembunyi bagi mata orang awam.

 

 

Cakra ajna juga bertugas mengendalikan dan memberikan energi kepada kelenjar pituitari, kelenjar endokrin, dan sampai batas tertentu memberikan energi kepada otak. Cakra ajna juga memengaruhi mata dan hidung. Gangguan fungsi cakra ini bermanifestasi sebagai penyakit yang berkaitan dengan kelenjar endokrin seperti diabetes.

 

 

Pemberian energi pada cakra ini akan menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan cakra lainnya berpendar dengan urutan kecepatan tertentu; dengan demikian memberikan energi ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, dalam penyembuhan karismatik atau penyembuhan melalui doa, penyembuh menyentuh cakra mahkota, cakra dahi, atau cakra ajna penderita dengan jari-jari atau telapak tangan mereka. Aliran prana yang mendadak dan sangat kuat di daerah kepala bisa menyebabkan sebagian penderita kehilangan kesadaran.

 

 

Ketika kita belajar untuk mendengarkan suara hati dan mempercayai suara hati, cakra ajna menjadi lebih aktif dan berkembang. Pembersihan cakra ajna akan mengembangkan intuisi. Cakra ajna membantu kita berpikir dan mendapatkan perspektif yang lebih seimbang dan objektif. Sehingga cakra ajna akan membantu kita untuk mengambil keputusan dengan bijaksana. Oleh karena itu dengan bantuan cakra ajna kita bisa melihat apa yang kita yakini dan bukan apa yang kita lihat.

 

 

Ketika cakra ajna tidak berkembang atau bekerja dengan baik, hal yang akan dialami yaitu kita takut mempercayai intuisi dari dalam benak. Kita menjadi orang yang skeptis terhadap keyakinan yang muncul dari dalam batin. Oleh sebab itu seseorang dengan cakra ajna yang aktif mampu memahami makna kehidupan yang hakiki. Saat cakra ajna tidak berkembang dengan baik, membuat kita menjadi takut untuk percaya dengan intuisi, tidak yakin dengan apa yang dikatakan oleh batin kita, oleh suara hati kita sendiri.

 

 

7. Cakra Mahkota

Cakra mahkota adalah yang ketiga dari cakra mayor yang berkaitan dengan spiritualitas, selain itu cakra ini juga cakra yang terakhir. Pergerakan/tingkat keaktifan cakra mahkota merupakan kebalikan dari cakra dasar. Jika cakra dasar bergerak paling pelan di antara cakra yang lain. Maka cakra mahkota pergerakannya tercepat di antara cakra mayor yang lainnya. Cakra mahkota terletak di puncak kepala.

 

Kinerja cakra mahkota untuk mengatur fungsi otak pada bagian atas. Cakra ini sekaligus membantu melindungi otak agar tetap sehat dan aktif. Cakra mahkota yang tidak bekerja secara aktif mendatangkan berbagai masalah yang berkaitan dengan gangguan mental dan syaraf. Cakra ini menunjang tumbuhnya keyakinan yang besar pada diri sendiri. Cakra ini berpotensi untuk menggali dan mencari makna kehidupan bagi pemiliknya.

 

Secara fisik, cakra mahkota berfungsi mengendalikan dan memberikan energi kepada kelenjar pineal, otak dan seluruh tubuh. Cakra mahkota merupakan salah satu tempat masuk utama prana. Pemberian energi pada cakra mahkota mempunyai pengaruh seperti pemberian energi ke seluruh tubuh. Cakra mahkota membantu mengharmoniskan dan menormalkan cakra-cakra lainnya, sama seperti kelenjar pineal yang membantu penyeimbangan dan penormalan kelenjar-kelenjar endokrin lain dalam tubuh. Penelitian modern menunjukkan bahwa kelenjar pineal berhubungan dengan proses penuaan dan proses anti-penuaan.

 

Jika berfungsi dengan benar, cakra mahkota membuat kita merasakan bahwa kita lahir di dunia ini, di kota ini, dan di keluarga ini dengan alasan tertentu. Jika ada persoalan yang muncul kita bisa mengatasinya dengan penuh keyakinan. Dan bila cakra mahkota tidak berfungsi maka akan memunculkan perasaan hati yang remuk, kehilangan makna hidup, apatis, tidak bergairah dalam menjalani hidup.

 

Cakra mahkota merupakan pintu gerbang yang menghubungkan kita kepada sang pencipta, kepada entitas yang maha besar, yaitu Tuhan. Jika cakra mahkota sehat kita akan merasakan hubungan yang kuat dengan yang Ilahi. Melalui cakra mahkotalah kita mendapatkan pertolongan dan petunjuk dari Ilahi. Banyak yang berpendapat bahwa cakra mahkota merupakan pintu gerbang jiwa/ruh masuk dan bersemayam dalam tubuh jasmani. Dan ketika kita mati, maka jiwa/ruh juga akan meninggalkan raga melalui cakra mahkota. Sedangkan cakra mahkota yang tidak berfungsi akan menyebabkan seseorang merasa sangsi akan keberadaan Tuhan.